Rabu, 23 September 2015

Launcing Program English day : Mengejar Bahasa Impian dari Taraf dasar.

Assalamu’alaikumn,

Kali ini saya mau launching program pribadi yaitu up grade diri dalam penguasaan bahasa. Sebelum lanjut saya cerita dikit ya. Ada 3 bahasa yang ingin (pake banget) bisa saya kuasai yaitu bahasa Inggris, Arab dan Jepang. Itu sudah masuk impian besar dalam hidup saya. Saya bertekad harus bisa mengapainya walaupun jikalau bilamana andaikata meskipun sudah nenek-nenek baru dapat kemudahan belajar bahasa impian, akan tetap saya kejar. Meskipun usia sudah terbilang lansia.

Ini terinspirasi dari kisah nyata. Kurang lebih ceritanya begini nie. Seorang kakek asli keturunan Jepang berusia 70 tahunan masih giat menuntut ilmu bahasa di program kursus dimana peserta kursus kebanyakan usia remaja hingga pemuda. Taukah Bahasa apa itu saudara-saudara? “Bahasa Indonesia” Bahasa kita tercinta. Sambil menyembunyikan keterjutannya. Pengajar kursus tersebut bertanya sama kakek itu. “Mengapa kakek mau ikut kelas ini?”, kakek tua itu menjawab : “Saat muda dulu saya pernah ke Indonesia dan saya suka Indonesia berserta orang Indonesia. Sehingga saya menuliskan bahasa Indonesia sebagai salah satu dari dua  bahasa yang ingin saya kuasai  dalam hidup saya. Bahasa lainnya adalah bahasa Korea. “Setelah saya pesiun barulah saya mendapatkan kesempatan belajar Bahasa Indonesia”.

http://www.putragaluh.web.id/blog/show/ini-aplikasi-asyik-belajar-bahasa-inggris.html

Nah, dari kisah itulah saya membuat program pribadi ini. Bahasa impian ini didasarkan atas impian saya yang besar dengan kemampuan yang terbatas. Seperti Bahasa inggris tujuan utamanya sebenarnya agar saya bisa meraih beasiswa luar negeri (mohon di aamiinkan ya, please..). Kalau Bahasa Arab karena Bahasa ini Bahasa paling special yang juga harus saya kejar demi kehidupan akhirat yang lebih baik (tapi belum ada program yang cocok, satu persatu dulu aja deh) dan terakhir Bahasa jepang, mengapa jepang? Duh kalau ngomongi jepang gak ada habisnya. Yang jelas saya dah jatuh cinta sama budaya jepang yang disiplin, bertanggung jawab, dapat dipercaya dan teruskanlah isi dasar darma pramuka (hee..). 


http://zonapanda.blogspot.co.id/2012/12/cara-mudah-belajar-bahasa-inggris.html

Begitulah ceritanya asal mula program pribadi ini. Sehingga saya membuat jadwal rutin untuk posting khusus tiap hari rabu dengan tema “English day”. Belajar Bahasa inggris  ala Semau Gue. Salah satunya saya ngumpulin kata-kata bijak berbahasa Inggris yang kemudian saya artikan dengan Bahasa saya sendiri. Kenapa kata-kata bijak ko gak grammar atau yang lainnya? Duh saya denger grammar aja dah mumet. Karena saya suka kata-kata yang menginspirasi jadi saya belajar aja dari kata-kata bijak berbahasa inggris. Cari yang simple aja. Trus, saya konfirmasi dengan kamus dan translate online. Jadi dimohon dan diharapkan para pembaca ikut mengkoreksi ya. Maklum level English saya ditaraf dasar bisa dibilang setara anak sekolah yang baru ngumpulin vocabulary (Sumpah dasar bangett..). Berikut pelajaran pertama saya :

A pessimist sees the difficulty in every opportunity, an optimist sees the opportunity in every difficulty  (Seorang pesimis melihat kesulitan pada setiap peluang, seorang optimis melihat peluang dalam tiap kesulitan)
_Anonim_

My life isn’t perpect but i’m thankful for everything I have
(Hidupku tidaklah sempurna tapi aku bersyukur atas semua yang aku miliki)
_Anonim_

Ninety nine percent  of failures comes from peoples who have the habit of making excuses
(99% kegagalan dating dari orang – orang yang terbiasa membuat alasan)
 _Goerge W. Carve_

­Consistency
If we want good result just consistency doing a good thing, sooner or later we will have a good results (Jika kita ingin hasil yang baik hanya konsistensi melakukan hal yang baik, cepat atau lambat kita akan mendapatkan hasil yang baik)
If we want good muscle just consistency doing a workout, sooner or later we will have a good muscle (Jika kita ingin otot yang baik hanya konsistensi melakukan latihan, cepat atau lambat kita akan memiliki otot yang baik)
If we want to lose weight, just consistency eating right and control the calorie intake, sooner or later we will lose weight (Jika kita ingin menurunkan berat badan hanya konsistensi makanan yang benar dan mengendalikan asupan kalori, cepat atau lambat kita akan menurukan berat badan)
If we want to be rich, just consistency do what the rich people do, sooner or later we rich too (Jika kita ingin menjadi kaya hanya konsistensi melakukan apa yang dilakukan orang kaya, cepat atau lambat kita kaya juga)
_Prasad Bath_

Power is of two kinds. One is obtained by the fear of punishment and the other by acts of love. Power based on love is a thousand times more effective and permanent than the one derived from fear of punishment (Kekuatan ada dua jenis. Pertama adalah didapat oleh ketakutan akan hukuman dan yang lainnya oleh tindakan akan cinta. Kekuatan berdasarkan cinta adalah 1000 kali lebih efektif dan permanen dari pada yang berasal dari ketakutan akan hukuman)
_Mahatma Gandhi_


Terimakasih sudah membaca..
Senang jika yang baca meninggalkan komentar, apalagi pake bahasa inggris lebih senang lagi

Kamis, 17 September 2015

Tips ringan, saat sebel sama suami



Hai-hai para  perempuan yang hidup bersama mahluk bernama suami. Pastinya  kalian semua pernah merasakan yang namanya sebel atau jengkel sama suamikan!. Baik tingkah mereka yang super cuek bebek atau apalah-apalah. Mungkin malah sekarang emang lagi sebel ya??. Nah, berikut ada beberapa tips ringan agar rasa sebel sama suami bisa diredam. Siapkan pulpen dan kertas ya, oia plus siapin cermin juga.

Pertama, dimulai dengan ritual dulu ya. Ayo baca  ta`awudz dulu (Audzubillahi minasy syaithani rrajiim). Biar setan yang sedang  ngipasin pada ngacir. Trus, berwudhu supaya jin-jin yang menempel pada kabur semua. Dan berdoa agar dimasuk ke dalam golongan orang-orang yang disebutkan di surat Az-zumar:10 (“ Sesungguhnya hanya orang –orang yang bersabarlah yang di cukupkan pahala mereka tanpa batas”).

Kedua, mari kita pergunakan pulpen dan kertas dengan menuliskan 5 hal yang berkesan mengenai suami saat sebelum menikah atau alasan kamu ingin menikah dengannya. Misal, kamu menikah dengannya karena dia itu baik banget (baik bagaimana?), bisa juga alasannya karena dia tipe aku bangeeet dan sebagainya dan sebagainya.

Ketiga, tulislah 5 hal yang kamu sukai dari suami mu. Misal, aku menyukai senyumnya dengan senyumnya membuat hatiku meleleh (alah lebai..) tapi nggak papa lebai daripada marah. Atau karena dia care banget saat aku lagi sakit. Mungkin juga dia jarang menolak kalau aku ajakin jalan walau dia sedang capek-capeknya selesai lembur  kerjaan.

Keempat, tulislah  5 hal romantis yg pernah dilakukan suamimu baik dia sengaja atau tidak disadarinya. Oo..dia dulu pernah memberiku coklat dan diselipkan di tas laptopku. Dia pernah menyiapkan sarapan nasi goreng berbentuk love pada hari ulang tahunku.

Kelima, tulislah 5 alasan yang membuatmu jatuh cinta padanya. Dia orang paling smart yang pernah aku temui. Dia merubah sudut pandangku. Dari pertama kenal dia membuatku tetawa dengan leluconnya.

Keenam, tulislah hal –hal  lucu atau kekonyolan suamimu yang membuatmu tertawa terpingkal-pingkal. Semisal,  dia pernah kamu pinta untuk membuatkan susu untuk si kecil (si kecil sedang rewel bangeet). Dan saat itu dia sedang ngantuk-ngantuknya. Alhasil ternyata bukan susu yang diaduknya tapi malahan tepung terigu. Buat lagi deh..

Ketujuh, tulislah apa yang menyebabkan kamu sebel sama dia, jelaskan dan uraikan sedetil mungkin.
Terakhir , kamu ambil cermin  dan baca kembali semua yang telah kamu tulis tadi di depan cermin. Simak ekpresimu di cermin setiap selesai membaca pada tiap poin-poin diatas. Nah lihat, ada berapa banyak memori bahagia tentang dia dan alasan indah untuk memaafkannya dibandingkan berapa banyak penyebab kamu sebel sama dia.


Mohon maaf jika ada kekurangan
Semoga Bermanfaat
Selamat mencoba ^_^



Gambar : Search Google

Selasa, 15 September 2015

KABUT ASAP, SALAH SIAPA?


     Bagaikan keledai jatuh dilubang yang sama. Seperti itulah gambaran yang sesuai dengan persoalan kabut asap yang melanda sebagian wilayah Indonesia. Kompas.com meyebutkan empat puluh delapan tahun silam, 2 November 1967, KOMPAS memberitakan, ”Palembang Diselimuti Kabut Tebal”. Kini, setelah hampir setengah abad, bencana asap itu masih terjadi. Layaknya sudah menjadi langganan bahkan sebagian masyarakat yang tertimpa musibah ini menganggap kabut asap sebagai bagian dari iklim cuaca. Musim penghujan, musim kemarau dan musim asap.

 Gambar 1. Anak-anak harus menembus asap untuk menuntut ilmu

          Berdasarkan data rekapitulasi luas kebakaran hutan dari laman milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang diakses pada Selasa, 15 September 2015. Lahan yang terbakar pada 2015, terdata ada di 13 provinsi. Lahan terbakar terluas berada di Riau, mencapai 2.643,00 hektar (ha). Provinsi dengan luas lahan terbakar signifikan lainnya ialah Kalimantan Barat (995,32 ha), Kalimantan Tengah (1.220,40 ha), Jambi (2.217,00 ha), Jawa Barat (1.029,70 ha), dan Sumatera Selatan (476,57). 

Gambar 2. Hutan telah terbakar

       Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melaporkan, asap dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan masih mengepung banyak wilayah. Berdasarkan pantau Satelit Terra dan Aqua pada Senin (14-9-2015) pukul 05.00 Wib, hotspot di Sumatra 1.143 titik yaitu di Bengkulu 13, Jambi 234, Lampung 69, Riau 78, Sumbar 25, dan Sumsel 724. Hotspot di Kalimantan 266 titik yaitu Kalbar 26, Kalsel 74, Kalteng 164, dan Kaltim 2.
       Selain itu, Sutopo memaparkan kondisi kepungan asap yang demikian menyebabkan kualitas udara memburuk. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Pekanbaru 984 psi (berbahaya), Siak 467 psi (berbahaya), Dumai 464 psi (berbahaya), Palembang 550 psi (berbahaya), Pontianak 307psi (Sangat Tidak Sehat), dam Banjarbaru 449 psi (Sangat Tidak Sehat). Total nilai kerugian akibat bencana asap di tahun 2015 belum bisa dihitung. Namun, berdasarkan data BNPB, kerugian akibat kebakaran di Indonesia yang terbesar terjadi pada tahun 1997, yaitu mencapai 2,45 miliar dollar AS.
         Kebakaran terjadi karena masifnya alih fungsi di lahan gambut yang sangat mudah terbakar saat musim kemarau. Modus pembakaran hutan umumnya dilakukan karena dinilai lebih ekonomis dalam membuka lahan sebab bisa memangkas biaya operasional, biaya tenaga kerja, bahan bakar dan biaya lain. Cara ini dianggap lebih cepat dan sisa abu kebakaran memberikan kesuburan pada tanah.
       Entah siapa yang harus disalahkan dan bertanggung jawab. Semua saling tuduh dan saling merasa tidak memiliki kewenangan penuh untuk memberantas persoalan klasik ini. Jika dirunut semua ini akan bermuara pada pembiaran dan hukum yang lemah serta cenderung tumpul ke atas. Sehingga, jangan heran para pelaku pembakaran tidak pernah jera. Cukup dengan membayar denda, uang jaminan serta hukuman penjara ringan. Para pelaku perusak jutaan kesehatan pernapasan manusia, pemboros anggaran Negara dalam mengatasi kepekatan kabut asap melalui hujan buatan dan upaya lainnya, penghalang ribuan anak-anak menuntut ilmu ke sekolah, dan penghambat roda perekonomian di wilayah terdampak bisa berlenggang menghirup udara segar. Sungguh tak sebanding.
         Komitmen pemerintah dalam memerangi kabut asap harus bisa terbuktikan. Bukan saja untuk menyelamatkan muka Indonesia dalam MoU yang dibuat dengan Negara tetangga tetapi demi kesejahteraan masyarakat Indonesia pula. Langkah awal dalam memerangi kabut asap agar tidak terjadi kembali di tahun mendatang ialah dengan audit lingkungan terhadap semua pihak, yang terkait dengan  bencana asap atau pembakaran hutan dan lahan. Bukan pembakar hutannya saja tapi lembaga pemerintah, termasuk kelompok masyarakat yang hidup di dekat hutan atau yang mengelola lahan untuk pertanian.
        Selanjutnya, memberikan edukasi mengenai pelestarian lingkungan kepada masyarakat sejak dini tentang manfaat keberadaan hutan. Dan terakhir, pemerintah memperberat hukuman bagi pembakar hutan dan perusak lingkungan. Tidak lagi ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal hingga mencapai Rp15 miliar yang dirasa sangat ringan bagi perusahaan dengan profit menjanjikan, Pemerintah harus memperbesar denda dengan nilai yang lebih fantastis bagi pelaku atau perusahaan yang melakukan pembakaran hutan. Dan menetapkan hukuman mati sebagaimana hukuman bagi pelanggaran narkotika.
        Jika pemerintah masih saja abai dan aksi mengatasi saat ada kabut asap saja. Agaknya Indonesia masih akan lama terbebas dari kepungan asap tiap tahunnya. Dikarenakan ketidakjelasan antara komitmen dan tindakan yang diwujudkan untuk memerangi kabut asap.

#SaveHutanIndonesia
#BloggerMuslimah
#SpecialBlogWalking



Sumber foto :
Gambar 1. http://pojoksatu.id/pojok-news/2015/09/14/riau-darurat-kabut-asap-tour-de-siak-2015-batal/
Gambar 2. http://www.mongabay.co.id/2014/07/27/pemerintah-punya-alat-canggih-yang-bisa-tangkap-pembakar-hutan-bagaimana-caranya/





Kamis, 27 Agustus 2015

Stop Jajan! Menyelamatkan Generasi Bangsa

Anak-anak merupakan aset terpenting bagi negara. Mereka sebagai generasi penerus  yang akan mewarisi bangsa ini kedepannya. Sehingga hal yang menyangkut anak-anak apalagi pada aspek kesehatan  menjadi masalah krusial bagi bangsa. Salah satu yang mengancam kesehatan anak-anak adalah jajanan yang dijual di sekitar mereka baik makanan maupun minuman. 
Dikutip dari www.republikapenerbit.com, BPOM memiliki program gebyar aksi nasional PJAS (Pangan jajanan anak sekolah) untuk mengurangi penjualan makanan dan minuman berbahaya bagi anak sekolah. BPOM telah mencatat sekolah yang memenuhi syarat untuk jajanan sehat anak sekolah sebanyak 16.993 di sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah seluruh Indonesia. Program ini telah melindungi 2,8 juta siswa namun masih jauh dari harapan karena belum mencapai 10 persen dari jumlah keseluruhan sekolah sebanyak 180 ribu. Berdasarkan hasil pengawasan BPOM pada 2008-2010,  didapati 40 - 44 % sampel PJAS yang telah diuji tidak memenuhi syarat.


Semua ini disebabkan para penjual mengesampingkan larangan penggunaan bahan kimia berbahaya dan melanggar batas aman dari bahan tambahan pangan yang diperbolehkan demi mengejar keuntungan semata. Sebagai contoh penggunaan pewarna tekstil (rodhamin B) untuk memberikan warna terang mencolok pada makanan dan minuman, borak untuk mengenyalkan bakso dan tahu , formalin untuk mengawetkan mei, siklamat sebagai pemanis dan bahan kimia berbahaya lainnya.
Dampaknya, janjanan anak-anak sudah menjadi racun yang perlahan tapi pasti merusak kesehatan mereka. Selain itu juga dapat menurunkan konsentrasi belajar, kecerdasan dan fungsi otak. Lazim kita jumpai usia produktif sudah divonis penyakit-penyakit yang menakutkan seperti kanker, gagal ginjal, tidak berfungsinya imunitas dan penyakit degeratif lainnya.
Oleh sebab itu, hal ini harus menjadi fokus pemerintah demi menjaga kesehatan dan keselamatan generasi bangsa. Bayangkan jika tidak ditanggulangi dan dikontrol dengan hukum yang ketat maka bangsa ini pada 20 - 30 tahun kedepan hanya akan memiliki generasi yang lemah fisik dan mental serta penyakitan. Sehingga bangsa ini akan jauh dari makmur dengan kemiskinan semakin mengakar kuat. Apakah kita akan mengimpor tenaga kerja asing lagi untuk mengolah sumber daya alam kita? Apa kita hanya akan disibukkan mencari finansial untuk pengobatan bukan lagi untuk kemakmuran?, Tentu tidak !.
Langkah awal untuk menghindarkan generasi kita dari jajanan berbahaya pertama dimulai dari keluarga. Khususnya orangtua yang memiliki peran besar dalam mengawasi dan memperkenalkan jajanan sehat. Kemudian peran sekolah untuk memberikan edukasi kepada siswa, guru dan penjual makanan di kantin sekolah. Selain itu, sekolah harus memiliki regulasi terhadap makanan yang boleh di jual di sekitar sekolah baik di dalam maupun di luar pagar sekolah. Terakhir, pemerintah harus memiliki peraturan yang tegas terhadap para pelaku yang menyimpang dalam penggunaan food additive berlebihan dan bahan kimia berbahaya. Sehingga para penjual dan pembuat jajanan tersebut akan berpikir ulang untuk melakukan kecurangan dan kejahatan pangan.


Foto : https://www.flickr.com/photos/qwunuz/8251105485

Rabu, 03 Juni 2015

Curhat boleh donk



Pagi ini aku kembali gamang. Sudah beberapa istiharah ku lalui dan bahkan telah kusimpulkan keputusanku. Tapi.. Kegamangan itu masih saja hadir. Entah mau dibilang plin-plan atau apalah itu. Yang pasti aku masih belum mengerti mauku.


Guy, aku seorang ibu rumah tangga yang memiliki seorang anak laki-laki berusia 1,5 tahun.  Syiraz namanya, dia begitu aktif dan sangat antusias dengan hal baru, apapun itu. Bahkan sekedar mengerakkan alis. Bisa membuatnya tak berhenti meniru hingga ia bisa melakukannya. Begitulah anakku yang selalu mengisi hariku dengan tawanya, kepolosan, hingga jeritan  disaat ia sudah tidak sabar  menungguku selesai masak di dapur. Hari - hari ku habiskan dengannya, mulai membuka mata (terbangun saat dia minta asi) dan tertidur kembali bersamanya sambil memberi asi. Aktivitas pagi ku mulai dengan belanja sayur mayur, membeli sarapan, muter-muter komplek bersama suami dan anakku. Setelah itu kami sarapan bersama, kemudian suami bergegas untuk bersiap-siap ke kantor dan aku sembari menyetrika atau menyuapkan makanan ke Syiraz. Setelah itu, mengantar suamiku berangkat kerja. Lanjut, memberi asi dan menidurkan Syiraz. Kandang aku juga ikut tertidur hingga tanpa sadar sudah berlalu 1-2 jam. Aku bangun dengan perasaan gundah. Gundah karena rumah belum rapi, masakan belum jadi, cucian numpuk dan bahkan diriku pun belum sempat mandi. Ahhh...memang melelahkan menyandang status istri plus ibu.

Siang harinya aku menemani anakku bermain dengan anak tetangga. Menjelang sore Syiraz kembali tidur dan aku bersiap-siap menyambut suamiku. Magrib hendak hadir petanda malam akan menyelimuti. Tak jarang saat itu, pekerjaan rumah belum beres, malah semakin menumpuk. Banyak baju belum di setrika. Jangankan di setrika, dilipatpun belum tentu.
Bisa dibayangkan betapa berantakan rumah. Bisa dibayangkan betapa buruknya aku mengatur rumah. Bisa dibayangkan aku seorang yang lelet. Bisa dibayangkan aku belum mampu menjadi ibu rumah tangga seutuhnya.

Kalau kejenuhan akan pekerjaan rumah yang tak pernah habisnya menyeruap dalam pikiranku. Mulai kegamangan yang ku utarakan diatas hadir kembali. Gamang atas keinginanku untuk berkerja, gambang untuk menjadi ibu rumah tangga saja, gamang akan tujuanku. Sedih memang, aku yang dulu saat kuliah begitu aktif. Kegiatan demi kegiatan ku lakukan baik di dalam kampus maupun diluar kampus. Sudah bukan hal asing lagi keluar kos jam 6 pagi pulang jam 9 malam. Kadang pulang hanya untuk mandi sore saja. Tiap hari selalu bertemu banyak orang, berkomunikasi dan berinteraksi mengenai hal baru baik ilmu umum maupun ilmu agama. Aku yang selalu antusias dengan hal baru, lingkungan baru dan orang baru.

Tapi kini bisa dikatakan hanya hitungan jari aku berkomunikasi dengan orang. Pernah hanya dengan suami dan anakku saja. Aku berusaha mengobati kejenuhan dengan bisnis online. Tapi itu belum bisa menghilangkan rasa hausku akan kebebasan untuk berkreasi diluar sana. Ya..memang bisnis online hingga sekarang tetap berjalan.

Tapi aku tetap merasa menjadi lebih bodoh. Apalagi saat ini yang kulakukan itu dan itu saja. Ijazah S2 ku memang masih rapi tersimpan dilemari. Cita-citaku ingin menjadi dosen masih tertunda. Angan-anganku lanjut study S3 masih jauh melayang.

Semua itu karena aku mencintai anak dan suamiku. Gamang biarlah dia terus mengambang hingga waktu yang menenggelamkannya. Jenuh biarlah ia hilir mudik bertandang dalam jiwaku.
Biarlah..biarlah dan biarlah

Yang terpenting aku telah berupaya sebisaku menjadi pelayan terbaik mereka. Dalam diri masih ada keyakinan suatu saat nanti aku pasti bisa menjadi ibu rumah tangga yang handal. Handal mengatur rumah, handal menjadi pendidik, dan kreatifitasku akan eksis diluar sana. Aku yakin dan yakin. Karena kekasihku(suami) selalu mendukung cita-citaku.






Senin, 01 Juni 2015

3 Tips Cantik dari Dapur




Dewasa ini masyarakat kita sering dimanjakan produk-produk perawatan tubuh yang instan dan memiliki komposisi kimiawi yang berlebih. Tidak jarang uang yang dikeluarkan untuk membeli produk kecantikan  tersebut tidak memberikan perubahan apapun. Bahkan sebaliknya menimbulkan efek samping seperti alergi, jerawat dan sebagainya. Jikapun memberi perubahan malah menjadikan ketergantungan. Nah, berikut beberapa  tips cantik  dari dapur yang mudah dilakukan dan murah meriah.

1. Air cucian beras
Bukan rahasia lagi kalau air cucian beras merupakan resep kuno dari nenek moyang yang umum digunakan untuk merawat wajah agar sehat dan menawan. Hal ini selaras jika dilihat secara ilmiah. Dimana air cucian beras mengandung protein, vitamin dan mineral yang ikut larut saat dicuci. Terutama kandungan vitamin B1 (Thiamine), merupakan antioksidan yang mampu melawan efek  penuaan akibat kerusakan sel. Selain itu, air cucian beras juga bermanfaat untuk mencerahkan wajah dan meyamarkan noda bekas jerawat. Caranya pun cukup mudah dengan membasuhkan air cucian beras pada wajah hingga mengering kemudian dibilas dengan air bersih( untuk tipe kulit kering), untuk kulit yang tidak tergolong kering sebelum membasuhkan ke wajah lebih baik didiamkan semalam kemudian di aduk hingga endapan tercampur kembali. Adapun untuk penggunaam sebagai masker. Air cucian beras didiamkan terlebih dahulu semalaman, kemudian ambil endapannya dan jadikan masker wajah. Setelah 15 menit ( masker mengering) cuci wajah dengan air bersih. Lakukan secara rutin 3 kali dalam seminggu untuk mendapatkan wajah cerah dengan hasil maksimal.

2. Teh basi
Cantik dari dapur dengan teh basi belum banyak diketahui sebagian orang. Mungkin karena kata "basi" lebih menekankan kepada sesuatu yang sudah tak layak konsumsi atau pakai. Tapi sebenarnya teh basi memberikan dampak positif bagi kulit maupun kulit wajah. Ini dikarenakan perendaman teh hingga 24 jam melarutkan komponen penting dari teh tersebut. Misalnya, kandungan antioksidan. Nah, tips ini bisa dimulai dengan menyeduh teh sebagai minunan tanpa menambahkan gula. Kemudian sisa serbuk teh atau kantong teh tersebut ditambahkan air dan didiamkan hingga menjadi basi. Setelah menjadi teh basi bisa digunakan  sebagai pencuci muka di pagi hari dan dapat dijadikan scrub  yang bermanfaat untuk mengusir komedo, jerawat,  mengangkat sel kulit mati, flek hitam dan menghaluskan kulit. Biasanya saya selalu menyimpan kantong teh di dekat tempat pencucian piring. Dimana setelah mencuci sering kali saya mengosok-gosokan teh ke telapak tangan dan hasilnya telapak tangan tetap halus walau sering kontak dengan air dan sabun penyebab tangan kering dan kasar.

3. Ampas kopi
Kopi merupakan minuman favorit bagi sebagian orang dalam suasana santai. Bahkan dijadikan teman saat bergadang. Tahukah anda? ampas kopi ternyata baik bagi kesehatan dan kecantikan kulit. Kandungan kafein yang tinggi dari kopi mampu menghilangkan selulit. Hal ini dikarena kafein dapat mendehidrasi sel-sel lemak. Ampas kopi juga bisa mencerahkan wajah. Cukup dengan menambahkan minyak zaitun dan bubuk bengkoang, kemudian digunakan sebagai masker selama 15 menit hingga mengering. Setelah itu cuci bersih dan lakukan 3 kali seminggu.
Selain itu, ampas kopi juga bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati dan menghaluskan kulit.  Cukup dengan mengosokan (scrub) ampas kopi ke siku dan lutut atau kebagian tubuh yang dirasa kering dan kasar.  Adapun gula yang terkandung pada ampas kopi sejauh ini tidak mempengaruhi khasiat kopi. Sehingga ampas kopi sisa minuman baik untuk perawatan kulit.

Sumber foto: www.google.com
Selamat mencoba^^
"Menebar manfaat dengan seuntas kalimat"

Minggu, 26 April 2015

Sebab – sebab timbulnya penyakit pada diri seseorang


Sedikit ulasan dari Buku Pola Makan Rasulullah by Prof. Dr. Abdul Basith Muhammad as-Sayyid
Secara teoritis penyakit muncul pada tubuh kita disebabkan oleh enam hal yaitu:
1.       Udara, udara terdiri dari unsur-unsur gas dan yang paling penting adalah oksigen. Setiap kali volume oksigen di udara berkurang maka berkurang pula manfaat udara tersebut. Oksigen berfungsi untuk oksidasi komponen-komponen makanan yang kita cerna, biasa disebut “asimilasi makanan”. Namun, di era seperti ini udara yang kita hirup sudah banyak tercemar unsur gas lainnya seperti CO2 dan CO (karbon monoksida) berasal dari asap kendaraan dan juga pabrik. Ini dapat memicu timbulnya penyakit paru-paru, alergi udara kronis,, kanker paru-paru dan tenggorokan. Bahkan penelitian modern  telah menegaskan kekurangan oksigen menjadi factor yang sangat penting menimbulkan penyakit kanker. Jadi, jangan heran jika di kota-kota besar di Indonesia penyakit kanker bukan hal asing lagi.

2.       Apa yang diminum dan dimakan. Nasi panas plus sambal dan tempe, ayam atau ikan goreng alias lalapan adalah mayoritas favorit rakyat merah putih. Selain itu, bakso panas dipadukan dengan es teh atau minuman dingin lainnya sudah menjadi menu kesayangan disertai derajat pedas dari cabe yang membuat keringat ikut memeriahkan. Itulah secuil pola makan yang umum dilakukan tapi berdampak buruk bagi kesehatan. Dimana sunah Rasulullah dalam memakan makanan yang tidak panas dan tidak memakan makanan atau minuman panas dan dingin dalam waktu bersamaan sudah tidak dihiraukan lagi demi meneguk rasa nikmat dalam menyantap hidangan. Jika pola makan seperti ini dilakukan terus menerus maka bisa mengacaukan stabilitas temperature tubuh dan kondisi organ pencernaan sehingga kemampuan tubuh dalam menyerap unsur-unsur makanan ikut terganggu.  Jadi, jangan heran sakit lambung, radang tenggorokan, dan penyakit pencernaan lainnya ada diri kita. Bukan hanya karena makan tidak teratur tapi pola makan kita yang tidak ikut aturan.
3.       Aktivitas fisik, tubuh yang aktif bergerak menimbulkan kehangatan sementara diam membuat tubuh menjadi dingin. Adapun suhu tubuh yang dingin membuat kemampuan mencerna makanan tidak maksimal.
4.       Aktivitas psikologis; berupa marah, sedih, bahagia, cemas , malu dan lain sebagainya. Adapun kemarahan pada hakikatnya akan memanaskan tubuh kita sekaligus mengeringkannya. Dalam kondisi marah pada seseorang akan berpengaruh pada tensi darah yang menyebabkan beberapa penyakit berbahaya seperti serangan jatung, nyeri dada, lemah jantung dan bahkan jika berlangsung terus menerus menyebabkan penyakit diabetes. Sementara itu kegembiraan dapat menguatkan jiwa sekaligus memberikan kehangatan pada tubuh. Tetapi, jika berlebihan akan mematikan jiwa.
5.       Tidur dan Terjaga; kebutuhkan akan tidur sama halnya dengan kebutuhan pada makanan dan minuman. Saraf, otak serta otot akan beristirahat saat kita tertidur  setelah terkuras dan dibebani berbagi beban dan masalah kehidupan. Jika kecukupan tidur tidak terpenuhi makan mengakibatkan kerusakan pada kekuatan mental,insomnia, keletihan, serta ketegangan pada otak dan saraf. Sehingga tidur yang cukup dan nyenyak akan memberikan manfaat lebih banyak bagi tubuh. Sebaliknya, jika tidur terlalu lama akan membuat tubuh menjadi lemas dan malas.
6.       Kondisi bebas dan terpenjara. Seseorang yang hidupnya terlalu bebas akan kurang bahagia karena hidupnya cenderung tidak terarah. Sementara orang yang hidupnya terlalu dikekang pun demikian akan cenderung sakit-sakitan. Oleh karena itu, pertengahan dari keduannya adalah lebih baik dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan.